Sabtu, 22 Jun 2024
  • SMK Nu Kota Tasikmalaya - SMK Center Of Exelence Tahun 2020 - SMK PK Tahun 2021 - Sekolah Penggerak Tahun 2021 - SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Industri 2022

Euforia Bukber Kembali Hidup

Euforia Bukber Kembali Hidup

Oleh : Dhika FS Ahmad (Guru Bahasa Indonesia SMKS NU Tasikmalaya)

RBL! RBL! RBL! Ramadhan bentar lagi loh, tinggal menghitung hari Ramadhan 1443 H akan kembali kita rasakan. Berbicara mengenai Ramadhan tentunya sudah tidak asing lagi dengan salah satu kegiatan yang sudah menjadi sebuah tradisi di Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan  mulai dari kaum milenial hingga kaum kolonial. Yups, betul sekali yaitu acara buka bersama atau lebih dikenal dengan istilah Bukber.

Setelah dua tahun melewati Ramadhan di tengah pandemi covid-19. Akhirnya pada tahun ini umat muslim Indonesia bisa merasakan kembali euforia bukber dengan aman dan tenang. Tidak perlu khawatir lagi akan dibubarkan oleh satgas atau digerebek masa. Sebab pemerintah sudah memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk melaksanakan bukber di mana saja dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tetapi dari kebijakan tersebut yang menjadi sorotan warganet adalah aturannya yaitu dilarang mengobrol saat makan.

Sepintas terdengar nyeleneh, tetapi kalau dipahami lebih cermat lagi secara ilmiah hal tersebut memang benar. Etika ketika makan kita tidak diperkenankan untuk berbicara karena bisa tersedak dan makanan yang sedang dikunyah bisa menyebur keluar saat kita berbicara. Selain itu, dari segi kesehatan juga kurang baik karena saat kita bernapas, udara akan masuk melalui hidung atau mulut dan berjalan melewati tenggorokan. Begitu pula saat makan, makanan dan minuman yang kita telan akan masuk ke dalam sistem pencernaan melalui ternggorokan. Namun, tenggorokan hanya memiliki satu saluran saja. Artinya, makanan yang ditelan dan udara yang masuk saat bernapas melewati saluran yang sama. Sementara itu, dalam Islam ternyata berbicara saat makan bukanlah suatu tindakan yang tercela. Hal tersebut merupakan suatu adab yang mulia karena dapat menimbulkan kebahagiaan bagi orang-orang yang makan dan mencairkan suasana. Namun, perlu digarisbawahi hal itu tidak boleh dilakukan secara bersamaan dan melebihi batas.

Apapun aturannya apapun kebijakannya yang penting kita beribadah dengan khusyuk dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

admin

Tulisan Lainnya

Filosofi Pendidikan Indonesia
Oleh : Dhika FS Ahmad

Filosofi Pendidikan Indonesia

Atmosfer Malam Lebaran
Oleh : admin

Atmosfer Malam Lebaran

0 Komentar

KELUAR
Need Help?